Sea Quill Blog Contest

Seoconia - Acer Iconia SEO Contest
Internet Sehat
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Bergerak dengan Tubuh yang Sehat



Siapa tidak ingin sukses? Setiap orang perlu untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya, yaitu tubuh. Bagaimana caranya? Dengan mengkomsumsi suplemen, kemampuan tubuh akan tampil maksimal. Tentu, kita juga tidak ingin menghabiskan hari-hari dengan lemah dan lesu. Semangat menghadapi tantangan harus tetap optimal agar kesuksesan selalu bersama kita.
Tubuh ini terdiri dari berbagai macam organ yang saling mendukung satu sama lain. Guna mendukung aktivitas, tubuh harus didukung dengan gizi yang cukup. Ketika gizi dapat terpenuhi, setiap organ akan menjalankan fungsinya dengan baik.

Mari Bergerak!
Kebutuhan manusia terhadap performa maksimal tidak hanya dibuktikan dengan gizi. Gizi memang penting. Semangat untuk memenuhinya juga dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa sebagai mahkluk hidup, kita harus bergerak. Bergerak adalah ciri dari pribadi yang sehat. Dapat dibayangkan ketika seseorang sedang sakit. Mereka yang sakit sulit untuk bergerak bahkan ada yang tidak mampu. Makanan kesehatan membantu tubuh dalam mendukung setiap aktivitas. Perlu untuk rutin mengonsumsi suplemen makanan, apalagi kehidupan modern menuntut kita untuk bergerak cepat. Keramaian dan kemacetan di kota-kota besar kadang membuat kita lupa untuk memikirkan kesehatan karena fokus tertuju pada kendaraan-kendaraan dan suara berisik di jalan.
Suplemen makanann sangat praktis dan efektif ketika kita dihadapkan pada situasi seperti ini. Sea Quill misalnya, kita bisa mengonsumsinya dimanapun dan kapanpun sesuai dengan kebutuhan. Dalam setiap produknya terkandung nutrisi yang diperlukan tubuh untuk performa maksimal. Oleh karena itu, tubuh akan tetap bergerak dengan fit. Kemasannya yang praktis membuat kita mudah untuk menggunakannya.

Produktifitas dan Nutrisi
Bergerak pun tidak hanya asal bergerak. Bergerak yang dimaksud adalah kemampuan untuk melakukan gerak-gerak yang produktif. Mau apa lagi? Produktifitas sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita, seperti dalam menghidupi kebutuhan sehari-hari. Suplemen makanan seperti Sea Quill menawarkan kandungan nutrisi untuk kelancaran produktifitas kita. Dengan tubuh sehat, kita dapat bergerak bebas dan percaya diri. Tubuh yang fit membuat kita mantap dalam menghadapi hari-hari. Setiap harinya kita amenghadapi berbagai macam aktifitas yang melibatkan tubuh terhadapnya. Tubuh yang sehat akan semakin memantapkan kita dan penuh percaya diri.
Itu lah semua tentang bagaimana makanan kesehatan dan suplemen berkaitan erat dengan kemampuan bergerak untuk menciptakan produktifitas. Jadi, apa yang akan anda lakukan setelah ini? Hidupkan lebih tubuh anda untuk performa maksimal. Tidak ada alasan untuk tidak sukses. Bersiaplah untuk menjadi pribadi dengan karir yang cemerlang. Bersama Sea Quill, buat hidup jadi lebih semangat dan terus maju!

Kejujuran Ilmu Pengetahuan


            Tiba-tiba muncul ide untuk menulis, ketika salah seorang teman mengajukan pertanyaan dalam sebuah diskusi. Dia meragukan adanya ilmu pengetahuan sebagai alat kebohongan masyarakat. Dari pertanyaan inilah diskusi menjadi tampak segar dengan adanya fenomena baru.
            Sesungguhnya ilmu pengetahuan bukanlah seburuk apa yang banyak orang lain pikirkan. Malahan sebagai karunia dan bukti kehadiran mahluk Tuhan yang berguna. Ilmu pengetahuan justru membuktikan suatu bentuk kejujuran sebagai manusia yang memiliki akal. Manusia dianugrahi otak sebagai alat untuk berfikir terhadap realita yang terjadi dalam kehidupan dunia. Dengan menggunakan akalnya dalam menghadirkan penemuan teori dan praktis, manusia secara sadar ataupun tidak telah mengakui akan adanya akal sebagai media penciptaan ide kreatif untuk bertahan hidup.
Ketika manusia hadir di dunia, tentu tidak hanya tugas kita untuk melaksanakan perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya tetapi juga bagaimana dapat bertahan hidup di tengah kerasnya kehidupan Bumi. Ketahanan hidup ini juga dibuktikan dengan pemenuhan kebutuhan. Ilmu pengetahuan dipakai manusia untuk mengolah hasil pertanian, menghasilkan energi, membangun tempat tinggal, ketersediaan air bersih dan masih banyak lagi.

Ilmu itu jujur
            Ilmu pengetahuan tercipta melalui realitas yang ada sehingga memunculkan ide berinovasi untuk memberikan manfaat. Apabila ada orang yang khawatir, itu adalah kesalahan yang sebaiknya tidak dipelihara. Sesungguhnya ilmu ada untuk menghilangkan kebohongan dan kecemasan. Goetzmann dalam Luedtke (1994:215) menjelaskan bahwa sains bertujuan untuk merobohkan takhayul, mitos, dongeng, cerita-cerita nenek tua, khayalan, tipuan dan kebohongan yang disengaja atau “embel-embel”, “penipuan” dan “keculasan” seperti dalam peristilahan abad kesembilan belas. Berbagai macam ilmu seperti ekonomi, sosial, matematika hingga agama berusaha untuk mencari kebenaran yang kemudian menghasilkan kesimpulan melalui teori dan dilaksanakan dengan praktik sebagai pembuktian.
            Kekhawatiran mungkin muncul karena penggunaannya oleh orang-orang yang bernafsu untuk alasan-alasan yang negatif. Pada hakikatnya, ilmu tetap bertujuan baik. Ketika hasil dari ilmu pengetahuan itu berusaha untuk dimanipulasi, sebetulnya sangat sulit. Bagaimanapun para peneliti akan melalui berbagai prosedur dan pengawasan yang ketat. Ilmu pengetahuannya itu baik sekali karena berkontribusi dalam mehadirkan peradaban manusia yang terus maju. Inovasi dan terus berkarya sebagai perwujudan eksistensi manusia sebagai mahluk berfikir.

Ekslusif
            Tentu sangat sering dituliskan saat bersinarnya ilmu pengetahuan dari abad pencerahan sampai kesembilan belas. Yang berbeda dengan saat ini adalah mengapa ilmu pengetahuan saat ini lebih terlihat intensif daripada ekslusif. Intensif dalam penggunaannya untuk penciptaan massal dan kejar target untuk bisnis. Berbeda dengan ekslusif, yaitu penemuan yang berasal dari pemikiran tinggi dan hasilnya menjadi kebutuhan yang mampu menemukan solusi sehari-hari sehingga menjadi pertimbangan dalam kebutuhan. Seperti Guttenberg yang menemukan mesin cetak, Ibnu Sina dalam ilmu medis dan al-Khwārizmī dengan aljabar-nya yang hingga saat ini masih kita pelajari.
            Memerlukan semangat yang tinggi bagi para peneliti untuk menggunakan ilmu yang telah diperoleh. Terdapat kejujuran akademis bagi mereka untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan pada penemuan-penemuan ekslusif yang mampu memberikan kontribusi pada terciptanya peradaban yang cerdas.

Vilya Lakstian

Let Jazzin' the Town!

The invitation


Hi, All jazz lovers! Do you still remember about the togetherness which is usually presented in Jazzin’ Lebaran? In this year, a familiar jazz community in Solo city, Solo Jazz Society proudly presents Jazzin’ Lebaran #5. It is a jazz event held in the fifth year after its success in every year. Its presence is always waited. Moreover, this event is presented in the Holy sensation of Ied Fitri, an Islamic Feast Day when every family member is grouped together in the joy of togetherness.
Don’t miss this entertaining performance which is presented special for you. Come and join Jazzin’ Lebaran #5 in Thursday, August 15th 2013 on Balai Sudjatmoko, Gramedia Bookstore Complex, Slamet Riyadi Street, Solo – Central Java, Indonesia. This event will be held early. It will be started from 3 P.M until night. Invite your big family to meet together while enjoying jazz songs both standards or modern. Indeed, that day will be so jazz! This event will be celebrated by the members of Solo Jazz Society and other cities’ performers such as Donny Koeswinarno, Gondo Trio, Jogja and Semarang Jazz Community.

Kenangan di Istana Alhambra



Gb1. Istana megah Alhambra, di Granada, Spanyol

Apakah anda sedang merencanakan pergi berlibur ke Eropa? Cobalah untuk memilih Spanyol. Negara ini  adalah salah satu destinasi wisata favorit. Negara ini memang menarik, sangat eksotis. Beberapa orang mengatakan bahwa Spanyol adalah hasill pertemuan barat dan timur. Ya, karena negara ini dulunya adalah wilayah kekhalifahan Islam, setelah Tariq bin Ziyad bersama pasukannya menguasai daratan ini. Nuansa timur tengah begitu kental salah satunya di sebuah kota kecil bernama Granada. 

Sejarah Granada
Kota Granada dahulu berada dibawah kekuasaan kekhalifahan Andalus dari Afrika. Setelah Granada berhasil ditaklukan. Wilayah ini menjadi pusat ilmu pengetahuan Islam. Kota ini terletak sekitar satu setengah jam dari Bandara Barcelona. Anda akan menemui banyak masjid disana. Salah satunya yang terkenal dan masih berdiri megah adalah Alhambra. Datanglah ke situs sejarah sekaligus obyek wisata ini.
Di Alhambra, anda akan melihat perpaduan arsitektur timur tengah yang khas dengan kaligrafinya berserta corak gaya Eropa. Istana ini adalah bukti keberadaan seorang pemimpin Islam yang dikenal arif, bijaksana dan sangat toleran. Seperti yang ditulis dalam buku berjudul The Greateness of Andalus, toleransi sangat terasa. Bahkan didirikan sebuah bangunan bagi umat Kristen tidak jauh dari Alhambra.

Rasakan kedamaian itu
Rasakan gemericik air dari Kolam Singa yang dikelilingi taman indah setelah anda melihat-lihat ukiran kutipan ayat Al-Quran pada arsitektur istana. Ambilah beberapa foto disana. Tapi ingat, tetap hormati batas yang diberikan. Alhambra memberikan kemewahan dalam penataan taman. Tanaman rumput dan bunga ditata sangat rapi. 

Gb 2. Alhambra yang merah dimalam hari

Romantis!
Kata Alhambra berasal bahasa Arab yang memiliki arti merah. Benar! Istana ini tampak merah di malam. Coba saja ajak keluarga anda untuk melihatnya di puncaktertinggi di Granada. Dikelilingi lampu kota membuat ikon Granada ini lebih menakjubkan. Wisata anda pasti akan lebih romantis pula. Anda bisa singgah sejenak di Madrid, ibu kota Spanyol.


Referensi gambar dari situs resmi Weeklyleaks dan Reservas Alhambra
Lebih lengkapnya tentang Alhambra disini.

Masyarakat Bahasa Indonesia


Bahasa memang sudah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari manusia. Hal ini terbukti dari begitu pentingnya bahasa dalam penggunaanya oleh manusia selama ini. Diluar sana adalah dunia bahasa dimana kita akan menemukan bahasa baik itu lisan atau tulisan. Bahasa memudahkan dan melancarkan manusia. Bagaimana jika tidak ada bahasa? Sulit bagi kita untuk membayangkannya. Padahal manusia adalah mahluk sosial yang berinteraksi satu sama lain. Begitu juga dari setiap individu manusia itu sendiri yang memiliki beberapa organ yang mampu melakukan aktifitas linguistik baik itu dalam menerima, memproses maupun memproduksi bahasa.
Kridalaksana (1994:21) mengatakan bahwa bahasa sebagai lambang bunyi yang arbitrer dipergunakan oleh masyarakat untuk berhubungan dan bekerja sama, berinteraksi dan mengidentifikasi diri. Hal ini memang benar. Kita berada dalam suatu masyarakat bahasa yang saling menggunakan kemampuan berbahasanya satu sama lain. Bahasa sebagai media untuk mentransformasikan, membagi dan menyampaikan berbagai hal seperti ide, gagasan dan informasi. Itulah fungsi dari bahasa. Samsuri (1993:4) berpendapat bahwa manusia tidak lepas memakai bahasa karena bahasa adalah alat yang dipakainya untuk membentuk pikiran, perasaan, keinginan dan perbuatan-perbuatannya serta sebagai alat untuk memengaruhi dan dipengaruhi. Dapat dikatakan bahwa masyarakat bahasa melakukan aksi dan reaksi melalui bahasa. Aktifitas timbal balik ini dapat dilakukan dengan berbagai cara baik itu proses produksi, penerimaan, interpretasi, hingga pemberian tanggapan.

Bahasa dalam kelompok sosial
                Dalam perkembangannya, manusia hidup dalam suatu kelompok sosial yang memberikan ciri yang unik, berbeda dengan kelompok lain. Pembentukan kelompok sosial dipengaruhi berbagai faktor seperti geografis, historis, tradisi maupun ikatan primordialis. Faktor-faktor yang membentuk ciri yang unik dalam setiap kelompok sosial ini ternyata berpengaruh dalam bahasa sehingga membentuk sekumpulan individu dalam kelompok bahasa. Hal ini terbentuk demi terwujudnya pelaksanaan atas fungsi bahasa.
                Penggunaan bahasa khusus dalam suatu kelompok tentu memfasilitasi setiap individu untuk melakukan interaksi satu sama lain. Ini terjadi agar proses komunikasi dapat berjalan lancar dan dapat dipahami. Seperti penggunaan bahasa ibu oleh suatu kelompok di suatu wilayah tertentu. Bahasa sebagai karakteristik akan dikaji lebih dalam pada istilah domain.
                Bell (1976:102) mengatakan bahwa domain terjadi saat bahasa berpengaruh dari situasi dimana peran partisipan terbentuk pada ekspresi perilaku yang sesuai melalui pilihan kode yang sesuai dari repertoir-repertoir linguistik pada individu-individu yang terlibat. Tidak hanya sebatas pada partisipan. Ternyata domain merupakan hubungan dari 3 hal. Yaitu topik, hubungan peran dan tempat (locale), seperti yang dikatakan Fishman (1963). Domain diawali dari keluarga. Domain keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak. Ini didukung dari tempat dimana partisipan berinteraksi. Lalu diperkuat dengan topik-topik yang dibahas dalam interaksi keluarga yang menggunakan bahasa ibu atau bisa disebut bahasa pertama (L1).
Dari domain keluarga, manusia dihadapkan pada kelompok yang lebih luas. Sebagai contoh, saat kita sedang berada di kampung. Secara langsung kita akan memakai bahasa yang lebih mudah diterima di tempat itu, misalnya – bahasa Jawa. Ini terjadi karena kita sedang berada didalam kelompok yang mayoritas menggunakan bahasa itu dalam komunikasi sehari-hari. Tentu fungsi bahasa dapat berjalan baik ketika ada kesepakatan pada kedua pihak baik penutur dan penerimanya. Kesepakatan itu adalah dalam pemilihan bahasa untuk berinteraksi. Bahasa seperti ikut berperan dalam pembentukan “kita” dalam kelompok itu. Keberadaan individu dalam kelompok bahasa ini menjadi penilaian sendiri.

Bahasa Indonesia pada domain yang lebih luas
                Setelah kelompok-kelompok bahasa itu, tentu manusia pun terus berkembang. Perlunya individu untuk berinteraksi yang lebih luas dilatarbelakangi oleh berbagai faktor. Yang pasti adalah manusia berusaha untuk memenuhi kebutuhan. Bahasa  kemudian menjadi alat untuk mendapatkan kebutuhan itu.
                Setiap individu akan menempati pos atau domain-domain yang mereka butuhkan. Ternyata, setiap domain itu bisa bersifat umum. Maksudnya, diikuti oleh pengguna bahasa dari berbagai kelompok bahasa. Domain umum ini seperti pendidikan, ekonomi, pemerintahan dan masih banyak lagi domain-domain yang bersifat umum. Inilah yang dimaksud dengan pemenuhan kebutuhan tadi. Akan ada lebih banyak fungsi bahasa yang berperan karena kompleks nya hal-hal yang akan dibahas di domain-domain tersebut.
                Formal, adalah hal yang unik saat kita memasuki ranah masyarakat bahasa. Individu –individu yang terlibat didalamnya akan dihadapkan pada standarisasi sebagai alat pemersatu. Salah satunya adalah bahasa. Sangat membanggakan bahwa kita memiliki Bahasa Indonesia yang bahkan telah diakui secara internasional. Individu yang berasal dari latar belakang yang berbeda ini akan dipersatukan oleh Bahasa Indonesia. Ini sungguh tampak jelas, meskipun di luar domain itu mereka akan kembali pada bahasa daerahnya (berikutnya kita sebut L1).
                Bahasa Indonesia difungsikan sebagai sarana dalam pelaksanaan fungsi bahasa yang lebih dapat diterima oleh partisipan-partisipan dalam domain umum. Sebagai contoh, dalam domain pendidikan. Berbagai istilah dan wacana yang berkisar dalam domain tersebut lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini terlihat jelas seperti yang tertulis dalam buku diktat, lembar soal dan alat peraganya. Bahasa Indonesia yang bisa dikatakan sebagai bahasa kedua (berikutnya kita sebut L2) menjadi alat dalam penyampaian ide dan informasi pada domain tersebut. Meskipun nantinya guru menyesuaikan pada cara pemahaman siswa dengan menyampaikannya kembali dengan L1, Bahasa Indonesia tetap menjadi standar atau acuan umum. Dari kenyataan ini, dalam domain pendidikan akan ada kemungkinan penggunaan bilingual yaitu L1 dan L2. Pada domain yang lain, religius misalnya. Ulama awalnya akan memberi gambaran atau penjelasan umum, mayoritas menggunakan Bahasa Indonesia (L2) karena tempat ibadah berisi berbagai macam individu yang berbeda dan agama adalah ranah yang sangat umum tanpa membeda-bedakan asal jemaatnya. Dalam penyampaiannya ulama kemudian mengutip beberapa ayat dari kitab suci yang berbahasa yang berbeda lagi, yaitu L3. Ada pula kemungkinan ulama kembali pada L1 untuk mengkhususkan pada jemaat yang tinggal di sekitar tempat ibadah. Meski ada 3 kemungkinan penggunaan bahasa, Bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa pengantar yang lebih mudah diterima dan dapat menjembatani penggunaan bahasa lainnya yaitu L1 dan L3.
                Berbagai domain publik dan sosial yang ada dalam suatu lingkup yang lebih besar yang diikat oleh persatuan dan kesatuan, yaitu negara membuktikan bahwa diperlukan satu bahasa yang diharapkan mampu diketahui warganya. Dan sepertinya ini wajib diketahui karena warga Negara hidup bersama dan tidak mungkin terus berada pada kelompok yang sempit. Meskipun bahasa Indonesia dibeberapa wilayah menjadi L2, tetapi tidak bisa dihindari karena kebutuhan manusia akan informasi dan ide.
                Kejadian semacam ini akan membuat kita berpikir, siapakah diri kita di masyarakat sesungguhnya. Berawal dari kelompok kecil yang sederhana, kemudian masuk kedalam wilayah yang lebih luas. Bahasa Indonesia menunjukkan identitas kita yang sebenarnya. Kita memang hidup diwilayah yang berbeda-beda yang kemudian muncul berbagai variasi bahasa seperti dialek, gaya bahasa dan intonasi sebagai ciri unik dari tempat tinggal kita. Tetapi sesungguhnya kita semua tergabung dalam satu, yaitu Masyarakat Bahasa Indonesia.  
                Bahasa Indonesia memberikan pengaruh pada pembentukan identitas pada setiap individu. Secara struktur batin akan terucap seperti ini: “Saya adalah bagian dari Indonesia maka saya menggunakan Bahasa Indonesia supaya bisa berkomunikasi dengan orang Indonesia lainnya”. Secara tidak langsung terjadi suatu kerjasama. Kerjasama yang tidak selalu identik dalam hal gotong royong, tetapi kerjasama dalam terbentuknya interaksi yang apik dan berkelanjutan. Ketika individu saling bertemu mereka akan mencoba memahami bahasa apa yang bisa saling dipahami. Ada berbagai tahap seperti, penggunaan bahasa daerah. Jika belum bisa berjalan baik maka terjadi code-switching dengan memasukkan bahasa lain. Apabila mampu diterima, kemudian sepenuhnya interaksi menggunakan bahasa tersebut. Sebagai bahasa yang awalnya digunakan untuk menjalankan fungsi instruksional dalam kegiatan akademik, Bahasa Indonesia tentu begitu melekat baik didalam diri masyarakat. Sehingga paling aman jika interaksi menggunakan Indonesia.
Sebagai bagian dari Masyarakat Bahasa Indonesia, saya sungguh bangga karena kita semua baik dari timur dan barat dapat memiliki media komunikasi yang mampu diterima secara umum. Fenomena bahasa ini tentu dapat dimanfaatkan sebagai media nasionalisme sebagai bentuk keistimewaan yang kita miliki bersama.  Pengakuan dunia akan Bahasa Indonesia, bahkan dalam dunia akademis menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia  menjadi bagian dari Dunia Bahasa yang lingkup yang paling besar seperti yang dialami Bahasa Inggris yang telah melintasi antar benua.

Vilya Lakstian
Mahasiswa Linguistik di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta

Lihat juga artikel penulis di Kompasiana

Pementasan Drama Bahasa Inggris di IAIN Surakarta (PRESS RELEASE)


PRESS RELEASE

            Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta kembali menghadirkan pementasan drama berbahasa Inggris. Ini adalah pementasan keenam kalinya diselenggarakan di kampus ini. Pementasan drama berbahasa Inggris ini berjudul “Make Up Make Down & To Sell Celebrities” yang akan dipentaskan di Gedung Pasca Sarjana lantai 4 IAIN Surakarta pada hari Kamis, tanggal 7 Juni 2012 dimulai pukul 19.30 WIB.
            Pementasan drama ini adalah bentuk kreatifitas mahasiswa dari program studi Sastra Inggris semester enam dalam meng-aplikasikan  mata kuliah drama 2 yang telah mereka ambil untuk dipertunjukkan bagi umum. Mereka mengatur semuanya sendiri dari panggung, property, publikasi hingga akting.
            Tema yang mereka ambil kali ini mengangkat fenomena sosial yang terjadi di masyarakat kita. Drama ini menjadi lebih menarik karena mereka dengan kreatif menggabungkan dua judul yang berbeda menjadi satu jalan cerita yang bersambung dan logis. Terdapat dua sutradara pada drama ini untuk mengatur akting dari “Make Up Make Down” dan “To Sell Celebrities”. Dan mereka berhasil untuk menggabungkannya.
            “Make Up Make Down” menceritakan tentang seorang tokoh yang telah menikah – Lucille,  memiliki perhatian yang lebih pada sesuatu yang menjadi hal terpenting bagi kaum hawa yaitu kecantikan. Salah satu yang paling awal terpikirkan adalah cara untuk membuatnya tampil cantik, yaitu dengan make up. Ternyata pada kenyataannya, penggunaan make up tidak membuatnya percaya diri dan puas. Tetapi justru membuatnya semakin kurang dan kehilangan dirinya. Inilah yang membuatnya menjadi tokoh yang kurang bersyukur terhadap apa yang telah dimilikinya. Hal ini menjadi tugas yang berat bagi suaminya – Lloyd, dalam menghadapi sikap istrinya.
            Cerita ini berlanjut ke “To Sell Celebrities” yang mengisahkan dua aktor yang akan tampil. Drama ini juga merupakan kritik sosial yang terjadi saat ini, dimana seorang artis menjadi benda yang dijual dan diperdagangkan. Bukan dari seni yang disuguhkan kepada pemirsanya. Artis menjadi seorang yang selalu diharuskan tampil sempurna, khususnya dalam hal penampilan. Disisi lain, mereka tidak hanya menjual penampilan tetapi juga popularitas. Bukan menjadi hal yang tidak mungkin jika dua aktor sama-sama saling bersaing padahal mereka bisa menjadi partner yang baik untuk menghasilkan karya yang terbaik.

Drama untuk belajar Bahasa Inggris
            Pementasan drama ini diharapkan tidak hanya menjadi sekedar pertunjukan seni saja. Tetapi juga menjadi media pembelajaran dalam berbahasa Inggris. Ada banyak cara digunakan orang-orang untuk belajar bahasa Inggris, salah satunya adalah dalam penampilan drama. Ketika menyaksikan pementasan drama bahasa Inggris, kita tidak hanya mengetahui kosa kata, tetapi juga ekspresi dan praktiknya secara nyata dalam gerakan-gerakannya.

                                                                   Vilya Lakstian C.M
                                                                             Humas

Games Bazar for Learning English

English Letters Students of IAIN Surakarta proudly present Game Bazar @ Fairy Sale Bazar
December 27th - 31st 2011 in Graha IAIN Surakarta at 9 A.M 'till 9 P.M.
Meet the game products and play them all!
Be there ! :D

Solo Bermusik Jazz

            Lebaran di Kota Solo lebih berwarna dengan hadirnya pentas musik jazz “Jazzin’ Lebaran #3” (3/9). Event ini adalah kali ketiga yang diselanggarakan oleh komunitas musik Solo Jazz Society, sebuah wadah berkumpulnya musisi-musisi dan penikmat musik yang berkembang dari New Orleans, Amerika Serikat di awal abad 20 ini, diadakan setiap tahun.
            Event Jazzin’ Lebaran #3 tahun ini bertempat di Balai Sudjatmoko, Kompleks Toko Buku Gramedia Jalan Slamet Riyadi, yang merupakan Bentara Budaya Solo. Terdapat 9 band performer yang tampil di acara ini. Mereka kebanyakan adalah musisi muda. Ini menghapus pandangan bahwa musik jazz hanya untuk orang tua. Nyatanya ada banyak musisi jazz yang berusia SMA bahkan ada yang masih Sekolah Dasar dan mampu membawakan lagu jazz dengan aksen jazz yang jelas terasa.

Penampilan Jazz'elicious,  salah satu band di acara Jazzin' Lebaran #3 di Balai Sudjatmoko Solo (3/9)
            Ada banyak sub-genre yang dibawakan oleh performer-performer pentas jazz ini. Seperti band Jazz’elicious yang membawakan komposisi irama Latin dan Fussion dalam lagu ‘Simple’ dan ‘Rio Funk’ dengan cabikan bass yang dominan. Dan Cati Quartet menampilkan lagu-lagu dengan nuansa Jazz Swing yang apik. Ada juga band dari Jakarta- Condet Quartet yang membawakan lagu-lagu jazz dengan campuran modern tanpa menghilangkan unsure asli dari sub-genre dari musik mereka.
            Event ini diadakan juga sebagai sarana berkumpulnya musisi-musisi jazz solo yang tinggal di luar kota saat mereka pulang kampung. Bahkan ada kumpulan reuni yang mengagendakan hadir di acara ini. Seperti yang dilakukan oleh Reuni Alumni SMA Al-Islam 1 Solo angkatan ’87 yang duduk lesehan di sisi kiri panggung.
(Vilya Lakstian)

Pentas Jazz Lebaran


Jazzin' Lebaran #3
Hari     : Sabtu, 3 September 2011
Jam      : 19.00 WIB - end
Tempat : Balai Sudjatmoko, Kompleks TB Gramedia Jalan Slamet Riyadi Solo

Event Jazz tahunan dari komunitas musik Jazz Solo - SoloJazzSociety yang ke tiga kali nya ini diselenggaran juga sebagai ajang berkumpulnya musisi2 jazz yang sedang pulang kampung sekaligus pertunjukan seni musik. Mari bergabung dalam event "Jazzin' Lebaran #3" dan acara ini GRATIS!



 Workshop "History of Jazz" sebagai Pre-Event Jazzin' Lebaran #3 di Balai Sudjatmoko, Surakarta (26/8)
Category: , , , 0 comments

Mengenai Saya

Foto saya
The writer has attention towards Linguistics. It makes him focus on Linguistic research since he was in Bachelor Degree. He is now studying in Master of Linguistics. He is a researcher staff and Literature Division in "Balai Penelitian dan Kajian Sosial". He always watches and participates in many events, then writes them in this blog. He also develops his talent in music with Solo Jazz Society, a Jazz community in Solo, Indonesia. So, enjoy....!! Thanks

Lakstian on Twitter

Follow vilyalakstian on Twitter

Partners

Chat


ShoutMix chat widget

Who's visiting here?

Watch the time...


counter