Sea Quill Blog Contest

Pemanasan Global, Ayo Kita Cegah dan Sikapi !

Kita telah mengetahui bahwa bahaya pemanasan global telah didepan mata. Tidak hanya berita-berita disurat kabar, tetapi kenyataan yang telah kita alami sekarang semakin memperkuat hal tersebut. Musim telah mengalami kekacauan. Jika kita mengetahui tentang periode Oktober-Maret dan April-September saat masih duduk dibangku sekolah dasar, sepertinya periode-periode itu sudah tidak berlaku. Musim hujan dan musim kemarau datang tidak menentu, dia bisa datang lebih lama atau lebih awal. Ketika memasuki bulan November seharusnya sudah masuk musim hujan, tetapi malah yang terjadi masih kemarau. Hal ini berakibat pada terganggunya aktifitas nelayan dan petani. Petani yang harus memperhatikan kapan akan panen dan kebutuhan air di sawahnya. Begitu juga dengan nelayan yang harus memperhatikan arah arus angin. Sehingga penting untuk adanya pemberitahuan cuaca dari pihak BMG dan yang lain.
Pemanasan global ditandai dengan mencairnya es diberbagai tempat, khususnya di daerah kutub. Kenaikan suhu ini mengakibatkan menghilangnya es dari lapisan es Greenland yang meningkat tiga kali lipat dalam satu dekade lalu, begitu juga dengan salju yang berkurang dan gletser dari Himalaya dan Alpen lenyap dengan kecepatan yang tinggi.. Hal ini berdampak pada kenaikan permukaan air. Diperkirakan kenaikan air laut akan mencapai 1,5 meter pada tahun 2100 yang mengakibatkan akan banyak pulau-pulau kecil yang akan tenggelam. Dengan kebutuhan manusia yang bertambah sehingga aktifitas industri juga melakukan hal sama, tentu perkiraan tahun itu tidak bisa menjadi acuan, malah akan terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan.
Beberapa waktu lalu diadakan Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP 15) di Kophenhagen, Denmark. Pertemuan inipun dinilai tidak menghasilkan keputusan yang sempurna. Para negara berkembang dimana bisa dikatakan adalah korban dari negara-negara industri belum mampu mendorong negara industri untuk mengurangi emisinya. Negara industri sebagai pengemisi gas rumah kaca harus juga memiliki kesadaran, sempat juga ada usulan bahwa negara-negara industri wajib membayar ganti rugi kepada negara-negara berkembang agar dapat direalisasikan untuk membangun berbagai alat energi alternatif dan kegiatan yang mendukung pencegahan pemanasan global.
Patut kita banggakan dengan peran Indonesia yang juga berpartisipasi dalam COP 15 dan peran Indonesia sebagai penyelenggara World Ocean Conference (WOC) di Manado, Sulawesi Utara. Indonesia dimana merupakan Negara kepulauan dan kelautan sadar akan pentingnya membahas tentang peran laut Indonesia terhadap iklim dunia dan kekayaan laut yang harus dilestarikan. WOC telah membuahkan kesepakatan bersama delegasi dari 50 negara yang hadir yaitu Deklarasi Kelautan Manado (MOD).
Kita tidak bisa hanya bergantung pada mereka dan protokol-protokol nantinya. Harus ada kesadaran pada diri masing-masing karena ini menyangkut kehidupan anak dan cucu kelak sehingga mereka masih bisa menikmati bumi yang biru ini. Hal-hal yang kecil harus dilakukan karena dari hal yang kecil ini bisa membuat hasil yang maksimal. Dalam lingkungan keluarga bisa dilakukan berbagai hal. Setiap anggota keluarga diharapkan untuk memakai energi listrik seperlunya, gunakan lampu hanya jika perlu, apabila sudah tidak digunakan maka segera untuk mematikannya. Penghematan energi mampu mengurangi pembakaran di sumber pembangkit listrik yang akan berdampak pada berkurangnya gas-gas hasil pembakaran di udara. Begitu juga dengan pentingnya penanaman tumbuhan baik pot atau tidak disetiap rumah. Kita mengetahui bahwa tumbuhan akan menyerap gas karbondioksida (CO2) yang menjadi penyebab efek gas rumah kaca, dan melepaskan gas oksigen (O2) yang dibutuhkan mahluk hidup. Nah, hal yang kecil mampu memiliki manfaat yang besar, bukan?

( Vilya )
Category: 0 comments

Mengenai Saya

Foto saya
The writer has attention towards Linguistics. It makes him focus on Linguistic research since he was in Bachelor Degree. He is now studying in Master of Linguistics. He is a researcher staff and Literature Division in "Balai Penelitian dan Kajian Sosial". He always watches and participates in many events, then writes them in this blog. He also develops his talent in music with Solo Jazz Society, a Jazz community in Solo, Indonesia. So, enjoy....!! Thanks

Lakstian on Twitter

Follow vilyalakstian on Twitter

Partners

Chat


ShoutMix chat widget

Who's visiting here?

Watch the time...


counter