Sea Quill Blog Contest

Gitar dan Bass Custom?! Gimana ya..???

Hmm........apaan sih Gitar dan Bass Custom??? Dari bahasa custom itu artinya "dibuat berdasarkan pesanan". Baik juga bagi kita untuk memesan gitar atau bass. Karena memang ada kelebihannya juga. Dengan Custom ini kita bisa menentukan sendiri baik body, fret, head, pickup, sampai finishing dengan yang kita sukai. Bisa saja kita menggunakan model Jazz Bass untuk body dengan pickup Bartolini, fret dibuat 24,dan lain-lain. Ini memang akan memberikan kesempatan kita untuk membuat Gitar dan Bass Signature sendiri.

Tentu saja diperlukan bengkel alat musik yang baik dengan tingkat keahlian yang sempurna dan juga didukung kecintaan pengrajin pada sebuah gitar. Kecintaan dengan gitar yang dimiliki ini akan menghasilkan nilai lebih disetiap polesnya. Pengrajin akan dapat mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghasilkan sebuah alat musik yang sempurna sesuai permintaan pemesan. Terkadang memang ada juga pengrajin yang hanya mengejar waktu, sehingga tidak dihasilkan instrumen yang bermutu. Oleh sebab inilah muncul ketidakpuasan seperti body kurang rapi, finishing tidak bersih, tone yang dihasilkan tidak sesuai keinginan dan lain-lain sehingga playability dan kenyamanan dalam bermain menjadi berkurang. Nah, inilah kelemahannya. Memang harga custom gitar di Indonesia ini berkisar antara 2 sampai 4 jutaan. Tapi bagaimana diluar negeri? Custom gitar dipatok dari US$ 3000 hingga US$ 7000. Coba, berapa Rupiah jika dikonversikan? Tapi pengrajin disana emang berani menjamin kualitasnya. Jika tidak sesuai keinginan pemesan, uang kembali. Memang harga ini sebanding dengan kepercayaan dan hasil yang diberikan pada pemesan. Disini, memang murah tapi mereka tidak berani menjamin.

Dalam memesan gitar ini kita memang dituntut untuk bersabar. Barang yang dipesan yang seharusnya akan selesai 3 bulan, molor menjadi 5 bulan. 6 bulan malah jadi setahun. Dengan adanya kasus ini menjadikan pemesan harus memiliki sikap toleransi. Jika 3 bulan yang dijanjikan belum selesai, sebaiknya jangan memaksakan agar pengrajin tidak menjadi bekerja kejar waktu. Jadinya…seperti yang sudah dikatakan tadi. Dengan memaksakan ini, pengrajin bisa-bisa jadi kehilangan motivasi.

Ada baiknya bagi pemesan untuk selalu memantau barang yang dipesan. Bagaimana prosesnya? Apa saja yang telah dilakukan? Sampai hari ini apa saja yang telah dikerjakan sesuai dengan keinginan? Selain itu, memang perlu kita untuk menerapkan sikap toleransi tadi. Tapi kita harus dapat mempertimbangkan kapan kita bisa untuk tidak toleransi. Misal soal fret yang menjadi kunci dalam menghasilkan playability pemain. Dengan melakukan pemantauan, kita bisa komplain saat itu juga sebelum banyak perangkat lain ditambahkan.

Tapi dengan ini jangan menjadikan kalian bagi para pemesan untuk takut untuk membuat Gitar Custom. Kapan lagi kalian bisa membuat Gitar dan Bass Signature sesuai keinginan dari inspirasi anda.


By : Lakstian D'Bassist

0 comments:

Mengenai Saya

Foto saya
The writer has attention towards Linguistics. It makes him focus on Linguistic research since he was in Bachelor Degree. He is now studying in Master of Linguistics. He is a researcher staff and Literature Division in "Balai Penelitian dan Kajian Sosial". He always watches and participates in many events, then writes them in this blog. He also develops his talent in music with Solo Jazz Society, a Jazz community in Solo, Indonesia. So, enjoy....!! Thanks

Lakstian on Twitter

Follow vilyalakstian on Twitter

Partners

Chat


ShoutMix chat widget

Who's visiting here?

Watch the time...


counter