Sea Quill Blog Contest

Parade Drama Bahasa Inggris di IAIN Surakarta

Selesailah sudah acara yang bisa kita sebut sebagai Parade Drama Bahasa Inggris yang dilaksanakan selama seminggu di kampus Institut Agama Islam Negeri ( IAIN ) Surakarta yang dilaksanakan sejak tanggal 18-25 Juni 2011 bertempat di Auditorium Gedung Paska Sarjana Lantai 4. Acara ini sebetulnya adalah ujian mata kuliah Drama yang diperoleh mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra baik itu program studi Sastra Inggris (SI) ataupun Pendidikan Bahasa Inggris (PBI). Meskipun ini adalah ujian tetapi pentas Drama ini terbuka untuk umum yang turut menambah membangkitkan percaya diri mahasiswa untuk mengaplikasikan kemampuan bahasa Inggris mereka didepan umum.

Mereka dituntut untuk kreatif dalam menentukan action, kostum, property, penjualan tiket hingga promo. Penampilan pertama adalah hasil kreasi dari mahasiswa Sastra Inggris semester 6 yang mengambil mata kuliah drama professional-Drama 2 yang merupakan lanjutan dari Drama 1, khusus untuk program studi Sastra Inggris. Mereka menampilkan drama “Dante & Mercedes“ yang ber-setting di era jaman Napoleon. Drama mereka sangat menarik dengan menampilkan adegan-adegan perang hingga komedi yang membuat penonton tidak akan berhenti tertawa. Drama professional ini dipertunjukkan dengan durasi 180 menit.

Dan untuk mahasiswa SI dan PBI semester 4 mereka mendapatkan drama “Robin & Marian-Tales of Whispering Faith”. Dosen mata kuliah drama, Bapak Luthfie Arguby, membagi setiap kelas dengan setting drama yang berbeda-beda. Yaitu Modern (era 1920an), Jepang, Jawa, Cina, Renaisans dan Romawi. Sungguh sangat menarik karena akan tampak berbeda dan membangun kreatifitas mahasiswa dalam menampilkan drama sesuai dengan jaman dan wilayah yang digunakan dimana kostum dan perlengkapan akan jauh berbeda..
Pasti anda sering melihat film Robinhood dengan property pedang. Tetapi pernahkah anda melihat Robinhood dan kawan-kawan bertarung dengan pistol dan senjata laras panjang? Yap! Belum pernah ditampilkan di film. Kita dapat melihat suara tembak-tembakan di pertunjukan drama Robin & Marian versi Modern yang bersetting pada sekitar tahun 1920an yang saat itu lagi nge-trend budaya berpakaian dengan jas dan topi mafia. Pertunjukan ini ditampilkan pada hari Senin, 20 Juni 2011. Saya dan teman-teman dari program studi Sastra Inggris (SI) berhasil menampilkan atmosphere era 1920 hasil kreasi sutradara kami – Afinawan bersama pemain, divisi kostum, property hingga efek suara dan teman-teman dari Teater Sirat IAIN Surakarta yang menambah nuansa mafia yang menegangkan.

Pada scene 1, drama diawali saat Robin dan Marian saling menodongkan pistol . Robin yang mencintai Marian mencoba untuk menenangkan situasi karena Marian adalah seorang sheriff yang akan setia membela negerinya yang membuat mereka tidak bisa bersatu adalah karena Robin adalah The King of Thief, pencuri terkenal yang mengetuai gang Merry Men dari kota Sherwood yang sering berurusan dengan Raja John untuk mendapatkan hartanya dan membagikannya pada orang miskin. Drama ini berlanjut hingga Robin di adu domba pada teman lamanya, Schwann dari gang Nothingham Birdies. Raja John menggunakan seorang pria bertopeng untuk melancarkan aksinya.

Di akhir cerita, setelah bertarung dengan Schwann dan Raja John, Robin yang kemudian bertemu dengan Marian akhirnya mampu bersatu melawan pria bertopeng ini. Dan mereka terkejut karena pria ini – Turdus, selain anak buah John, dia adalah anak buah Robin, dia juga pengikut Raja Richard – kakak John, dalam Perang Salib. Ini terjadi setelah Turdus, pria yang asing oleh Robin, membuka topeng saat dia sekarat. Robin dan Marian kemudian mengenalnya sebagai Gaspard, kawan mereka. Gaspard pun meminta maaf dan meminta Robin dan Marian bersatu kembali sebelum dia meninggal dengan menyatukan kedua tangan mereka diatas dada Gaspard.

Setelah pertunjukan berakhir, penonton yang memenuhi auditorium terlihat begitu senang dan puas. Selain kisah romantis Robin dan Marian, tembak-tembakan pistol dan laras panjang, hingga perkelahian dengan tangan kosong, mereka juga mendapatkan lawakan-lawakan segar dari tokoh Ashley yang mengaku sebagai Robinhood dan gagal dalam merampok wanita hingga orang tua, ditemani oleh temannya, Wilfred. (Vilya Lakstian)

4 comments:

Reda Taradipa mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Reda Taradipa mengatakan...

biar q tebak...
kwe dadi penjahate vil????hehehe

Lakstian mengatakan...

Waa.. aq Robin e dong...

Reda Taradipa mengatakan...

wo..tak kiro....

btw nek btuh pmeran antagonis aku siap lho...hahahahah

Mengenai Saya

Foto saya
The writer has attention towards Linguistics. It makes him focus on Linguistic research since he was in Bachelor Degree. He is now studying in Master of Linguistics. He is a researcher staff and Literature Division in "Balai Penelitian dan Kajian Sosial". He always watches and participates in many events, then writes them in this blog. He also develops his talent in music with Solo Jazz Society, a Jazz community in Solo, Indonesia. So, enjoy....!! Thanks

Lakstian on Twitter

Follow vilyalakstian on Twitter

Partners

Chat


ShoutMix chat widget

Who's visiting here?

Watch the time...


counter