Peringatan Hari Pendidikan Nasional

Masih dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2009. Ini adalah hari dimana pendidikan Indonesia mulai bangkit dari penjajah yang tidak memberikan kesempatan bagi kaum pribumi untuk memperoleh pendidikan. Saat itu yang boleh sekolah hanyalah orang Belanda dan para priyayi. Siapakah tokoh nasional Indonesia yang membangkitkan pendidikan ini ? Dia adalah Ki Hajar Dewantara.

Beliau adalah putra keturunan Kraton Yogyakarta. Nama aslinya adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Beliau adalah aktivis pergerakan Indonesia, wartawan, politisi dan pelopon pendidikan kaum pribumi Indonesia. Dia menyelesaikan pendidikan dasarnya di ELS ( Sekolah Dasar Eropa/Belanda). Kemudian beliau melanjutkan sekolahnya di STOVIA, yaitu Sekolah Dokter Bumiputera. Suwardi juga aktif dalam kegiatan propaganda/pergerakan nasional setelah berdirinya organisasi Boedi Oetomo (BO) pada tahun 1908 dimana organisasi-organisasi ini menggugah semangat nasionalisme rakyat untuk merdeka dari Belanda yang telah banyak menyengsarakan rakyat.

Pada saat itu ada perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis tahun 1913. Dan Belanda meminta sumbangan rakyat untuk ikut membiayainya. Ini membuat para nasionalis geram dan menimbulkan berbagai reaksi. Suwardi Suryaningrat menulis “Een voor Allen maar Ook Allen voor Een” yang artinya “Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu juga”. Ada juga tulisan beliau yang paling terkenal adalah “Als ik eens Nederlander was’ atau “ Seandainya Aku Seorang Belanda”. Didalam tulisan ini menunjukkan bahwa sikap Belanda itu sungguh memalukan dan tidak pantas bila bangsa yang telah dirampas kemerdekaannya masih diminta untuk mengongkosi sebuah perayaan kemerdekaan bagi Belanda.


“ Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikirannya itu bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu ide untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu. Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya ”


Tentu ini membuat Belanda marah sehingga mereka menangkap Beliau dan diasingkan ke Pulau Bangka atas permintaan Beliau. Lalu Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo memprotes Belanda. Lalu mereka bertiga diasingkan ke Belanda. Mereka dikenal dengan “Tiga Serangkai”. Saat di Belanda, mereka mengembangkan studinya tentang pendidikan yang nantinya akan mengubah pendidikan bangsa Indonesia.

Suwardi kembali ke Indonesia pada tahun 1919. Dan namanya diganti menjadi Ki Hajar Dewantara. Maksud penggantian nama ini adalah menghilangkan gelar kebangsawanannya agar bias lebih dekat dengan rakyat. Beliau membangun Taman Siswa atau Perguruan Taman Siswa. Ini adalah awal bangsa pribumi mendapatkan hak pendidikannya. Setelah didirikan Taman Siswa ini, muncul berbagai tokoh pergerakan nasional. Ada semboyan “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. Artinya “Di depan menjadi teladan, ditengah membangun semangat, dari belakang mendukung.” Semboyan ini menjadi semboyan pendidikan Indonesia. Dan pada masa pemerintahan awal, Beliau diangkat menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan.

Beliau wafat di Yogyakarta, 26 April 1959. atas jasa-jasanya pada tanggal kelahiran beliau diperingati Hari Pendidikan Nasional. Pada tanggal ini disetiap sekolah mengadakan upacara, untuk mengenang jasa-jasa Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia.

( Lakstian )

0 comments:

Mengenai Saya

Foto Saya
The writer has attention towards Linguistics. It makes him focus on Linguistic research since he was in Bachelor Degree. He is now studying in Master of Linguistics. He is a researcher staff and Literature Division in "Balai Penelitian dan Kajian Sosial". He always watches and participates in many events, then writes them in this blog. He also develops his talent in music with Solo Jazz Society, a Jazz community in Solo, Indonesia. So, enjoy....!! Thanks

Lakstian on Twitter

Follow vilyalakstian on Twitter

Partners

Chat


ShoutMix chat widget

Who's visiting here?

Watch the time...


counter